Jumat, 14 September 2012

Pengertian Iman kepada Rasul


Pengertian Iman Kepada Rasul-rasul Allah

Iman kepada allah berarti memercayai bahwa rasul adlah seorang yang di utus da di tugaskan untuk menyampaikan ajaran allah (wahyu) yang di terimanya kepada umatnya agar di jadikan pedoman hidup.
Ssebagian ulama dan umat islam ada yang berpendapat bahwa setiap rasul sudah pasti nabi, tetapi tidak setiap nabi pasti menjadi rasul. Rasul adalah nabi yang di tugaskan untuk menyampaikan wahyu kepada umat manusia, ia bukan rasul tetapi hanya nabi. Ulama dan umat islam berpendapat seperti itu, beralasan kepada hadist yang di riwayatkan oleh Imam Ahmad dari Abu Zar, bahwa jumlah nabi ada 124.000 orang, sedangkan rasul berjumlah 315 orang.
Rasul adalah manusia utama pilihan allah SWT. Ciri-ciri seorang rasul antara lain seorang laki-laki yang sehat jasmani dan rohaninya, mempunyai akal yang sempurna, berjiwa ‘ISMAh (jiwa yang mampu mengendalikan diri dari berbuat dosa), dan yang berasal dari keturunan orang baik-baik (insan qani)
Setiap rasul memperoleh mukjizat sebagai bukti akan kebeneran kerasulannya. Mukjizat adalah suatu kejadian luar biasa dan menyalahi adat kebiasaan dan hukum sebab akibat, yang di karuniakan Allah kepada Rasul-Nya. Contoh mukjizat para rasul, antara lain Nabi ibrahim tidak hangus ketika di bakar oleh Raja Namrud dan rakyatnya,, Tongkat nabi musa AS bisa menjadi ular besar yang memakan ular-ular ciptaan tukang sihir Raja firaun,, Nabi Isa AS mampu membuat burung dari tanah, mengobati penyakit kusta tanpa pengobatan, dan dapat menghidupkan orang yang telah mati, Dan nabi Muhammad SAW mukjizatnya yang terbesar adalah Al-Qur’an, yang isi kandungannya serata keindahan bahasanya tidak ada yang manandingi....
Rasul yang di kisahkan Allah ada dalam Al-qur’an  ada  25 orang. Allah bersabda:






Artinya:
“Dan sesungguhnya telah kami utus beberapa orang rasul sebelum kamu, di antara mereka ada yang kami ceritakan kepadamu dan di antara mereka juga yang tidak kami ceritakan kepadamu…(Q.S Al-mu’min, 40:78)
Jika ada orang yang mengaku beragama, tetapi tidak beriman kepada rasul yang namanya sudah tercantum dalam Al-Quran maka orang tersebut di anggap kafir..




Tanda-tanda Beriman Kepada Rasul-rasul Allah SWT

Tanda-tanda beriman kepada rasul ada yang berupa sikap mental. Yakni pikiran dan perasaan serta ada pula yang yang berupa sikap lahir, yaitu ungkapan Secara lisan dan tulisan serta perbuatan.
Tanda-tanda iman kepada rasul Allah SWT yang berupa sikap mental , antara lain:
A.  Memercayai sepenuh hati bahwa para rasul/nabi adalah manusia-manusia pilihan allah SWT yang di utus untuk menyampaikan wahyu-wahyu-Nya keada umat manusia agar di jadikan pedoman hidup.
B.   Memercayai sepenuh hati bahwa para rasu/nabi  itu, wajib memiliki sifat-sifat mulia  dan mustahil bersikap hal-hal yang tercela. Sifat-sifat mulia yang wajib di miliki para rasu/nabi itu adalah:
# Siddiq yang artinya benar atau jujur. Lawan kizib = dusta
# Amanah yang artinya jujur atau dapat di percaya. Lawan khianat = penipu
# Tablig artinya menyampaikan, maksudnya para nabi/rasul itu wajib menyampaikan risalah atau ajaran-ajaran Allah yang di terimanya kepada umat manusia agar di jadikan pedoman hidup oleh mereka. Lawan kitman = menyembunyikan
# Fathanah artinya cerdik cendekia. Lawan baladah= bodoh
Karna dengan sifatnya yang fatanah para nabi dapat /rasul dapat berhujah, berdialog, terutama dengaan para penentangnya.
C.    Mempercayai bahwa diantara para nabi dan rasul itu ada 5 orang yang termasuk “ ULUL AZMI”, yaitu nabi Muhammad SAW, Ibrahim AS, Musa AS, Isa AS, dan Nuh AS. Ulul azmi adalah nabi dan rasul yang di kenal memiliki kesabaran dan ketabahan yang luar biasa, di dalam menghadapi berbagai  penderitaan dan gangguan selama melaksanakan tugas risalahnya.                                             
Allah SWT berfirman:





D.  Memercayai sepenuh hati bahwa Nabi Muhammad SAW adalah penutup seluruh nabi dan rasul dan bertugas menyempurnakan agama samawi ( agama yang bersumber dari allah ) yang telah di sampaikan oleh para rasul sebelumnya . Agama islam yang telah di sampaikan oleh Nabi Muhammad SAW sempurna bersifat universal, berlaku untuk umat manusia sampai akhir zaman.

        Nabi Muhammad SAW di utus oleh Allah SWT untuk seluruh umat manusia,  sesuai dengan penegasan Allah SWT dalam Al-Qur’an surah Al-anbiya 21:107 dan surah saba’ 34:28. Allah SWT berfirman  yang artinya : “ Dan kami tidak mengutus kamu, melainkan kepada umat manusia seluruhnya, sebagai pembawa berita gembira dan sebagai pemberi peringatan, tetapi kebanyakan manusia tidak mengetahui. ( Q.S Saba, 34:28).


Contoh-contoh Perilaku Beriman Kepada Rasul-rasul Allah SWT

Contoh-contoh perilaku beriman kepada rasul-rasul Allah SWT, antara lain:
  1. Menanti risalah(ajaran Allh SWT yang di sampaikan rasul-Nya). Allah SWT berfirman:




Artinya:
“ Apa yang di berikan rasul kepadamu maka terimalah dia , dan apa yang di larang bagimu, maka tinggalkanlah, dan bertakwa lah kepada Allah SWT sesungguhnya allah sangat keras hukumannya.”
(Q.S. Al-Hasyr, 59:7)

  1. Melaksanakan seruan rasullulah untuk beribadah hanya kepada Allah SWT, dan menjauhkan diri dari segala sikap serta perilaku syirik.
  2. Berprilaku giat dan rajin bekerja mencari rezeki yang halal, sesuai dengan keahliannya.
Rasullulah SAW bersabda:




Artinya :
“ Tidak seorang pun yang makan lebih baik dari pada hasil usahanya sendiri. Sesungguhnya Nabi Daud AS makan hasil usahanya ( makanan yang terbaik untuk di makan seseorang ialah makanan yang berasal dari hasil jerih payahnya, Nabi Daud AS juga makan dari hasil kerjanya).”
          
  1. Orang yang beriman kepada rasul allah SWT akan selalu mengingat , memahami, dan berprilaku sesuai dengan hadist berikut.










            Artinya:
        Dari Abdullah bin Amir berkata bahwa Rasulullah SAW bersabda: “Orang islam itu saudara orang islam lainnya, maka janganlah ia menganiayanya, dan janganlah ia membiarkan saudaranya (terjerumus ke dalam suatu yang membahayakan). Barangsiapa menolong (memenuhi) keperluan saudaranya (sesama muslim), Allah akan menolong apa yang menjadi keperluannya. Dan barang siapa yang memudahkan (memberi jalan keluar) kesulitan saudaranya , Allah akan memudahkan kesulitannya di hari kiamat. Dan barang siapa yang menutupi (aib) orang islam, maka Allah akan menutupi aibnya di hari kiamat.” (H.R. Bukhari Muslim, Abu Daud, dan Turmuzi.

  1. Melakukan usaha-usaha agar kualitas hidupnya meningkat ke                                                        
Derajat yang lebih tinggi. Usaha-usaha itu, misalnya:
                      # Memelihara dan meningkatkan kesehatan jasmani       
                         Dan rohani.
                      # Memelihara dan meningkatkan iman dan takwa                                                                                             
                         Kepada Allah SWT.
                      # .Meningkatkan ilmu pengetahuan yang
                              Bermanfaat.



Rangkuman

a.  Iman kepada Rasul-rasul Allah artinya mempercayai bahwa rasul-rasul Allah adalah manusia-manusia utama pilihan Allah, yang di utus oleh Allah SWT untuk menyampaikan ajaran-Nya ( wahyu atau risalah ) pada umatnya agar dijadikan pedoman hidup.
b.   Tanda-tanda beriman kepada rasul ada yang berupa sikap mental dan ada pula yang berupa sikap lahir.
c.   Perilaku orang beriman kepada rasul Allah, seperti bertakwa kepada Allah, membiasakan diri dengan akhlak terpuji, dan menjauhkan diri dari akhlak tercela serta meneladani perilaku Rasullulah SAW.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar